Musik pop selalu menjadi genre yang terus berkembang dan bertransformasi seiring berjalannya waktu. Salah satu contoh evolusi ini adalah munculnya Pop77, sebuah subgenre musik pop yang perlahan-lahan berkembang dari dunia musik underground ke tangga lagu mainstream.
Pop77, juga dikenal sebagai synthpop atau pop elektronik, pertama kali muncul pada akhir tahun 1970an dan awal 1980an. Dipengaruhi oleh kebangkitan musik elektronik dan gelombang baru, artis Pop77 memasukkan synthesizer, mesin drum, dan instrumen elektronik lainnya ke dalam musik mereka, menciptakan suara yang menarik dan futuristik.
Pada awalnya, Pop77 sebagian besar merupakan gerakan bawah tanah, dengan artis seperti Depeche Mode, The Human League, dan Kraftwerk mendapatkan pengikut setia di kalangan penggemar musik yang tertarik dengan suara dan estetika genre yang unik. Namun, seiring berjalannya tahun 1980-an, Pop77 mulai mendapatkan popularitas arus utama, dengan lagu-lagu seperti “Just Can’t Get Enough” dari Depeche Mode dan “Don’t You Want Me” dari The Human League menjadi hits di tangga lagu.
Sepanjang tahun 1990an dan 2000an, Pop77 terus berkembang, dengan artis seperti Kylie Minogue, Madonna, dan Lady Gaga memasukkan unsur genre ke dalam musik mereka sendiri. Artis-artis ini membantu membawa Pop77 ke khalayak yang lebih luas, membuka jalan bagi genre ini untuk menjadi pokok musik pop arus utama.
Saat ini, Pop77 terus berkembang, dengan artis seperti The Weeknd, Dua Lipa, dan Charli XCX yang menggabungkan elemen synthpop dan musik elektronik ke dalam musik mereka sendiri. Pengaruh genre ini dapat didengar dalam segala hal mulai dari lagu hits radio hingga musik indie, yang menunjukkan daya tarik dan keserbagunaannya yang bertahan lama.
Evolusi Pop77 dari fenomena underground menjadi mainstream merupakan bukti kemampuan genre ini untuk beradaptasi dan berinovasi. Seiring dengan terus berkembangnya musik pop, jelas bahwa Pop77 akan terus memainkan peran kunci dalam membentuk suara musik populer di tahun-tahun mendatang.